Peringati 10 Muharram, MTs Negeri 2 Kota Semarang Santuni Anak Yatim Piatu dan Do’a Bersama Yaumu ‘Asyura

Semarang – Dalam rangka memperingati 10  Muharram, MTs Negeri 2 Kota Semarang, memberi santunan anak yatim Piatu, di Aula MTs Negeri 2 Kota Semarang, Sabtu (29/08/2020).

Menurut Fathul Hadi, Kamad MTs Negeri 2 Kota Semarang, Muharram atau jawanya Suro adalah bulan tarbiyah, bulan sakral dan satu di antara empat bulan yang Allah SWT mewajibkan hamba-Nya untuk menghormatinya. “Muharram menjadi sakral dan membumi di Nusantara karena memiliki landasan ayat-ayat Alquran, “ujar Kamad”

Kamad mengatakan, untuk memperingati 10 Suro tersebut, atas dasar murni dari hati dan usulan keluarga besar MTs Negeri 2 Kota Semarang, dan sekaligus menjadi agenda tahunan guna mengadakan santunan . “Santunan anak yatim piatu tahun ini dengan total yang lumayan banyak yaitu berjumlah sekitar 61 siswa-siswi dari jenjang kelas (VII, VIII, IX) yang kami santuni, “paparnya.

Selain mencari keberkahan untuk kemajuan MTs Negeri 2 Semarang, kata dia, santunan yatim piatu tersebut dilaksanakan dalam rangka “Gebyar Muharram, Santunan Anak Yatim Piatu dan Do’a Bersama Yaumu ‘Asyuro”, katanya.

Selain itu, kata Hj. Mualimah saat mengisi mauidzoh Hasanah dalam acara tersebut anjuran di hari Asyura terutama pada hari kesepuluh juga umat Islam dianjurkan untuk menyantuni anak-anak yatim piatu. Masyarakat terdahulu biasanya saat bulan Asyuro membuat bubur suro yang identik dengan adat jawa, begitu juga yang diajarkan ulama’ terdahulu. Selain itu, siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim di hari Asyura (tanggal 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat. “Itu menjadi dasar kami melaksanakan santunan yatim piatu dan fakir miskin tiap 10 Asyura, “paparnya.

Atas keutaman menyantuni anak yatim tersebut, Hj Mualimah berharap, MTs Negeri 2 Kota Semarang selalu mendapat kelancaran dalam program pendidikan, keberkahan dan kesuksesan menjalankan Visi Misi untuk menciptakan madrasah yang maju, mandiri, sejahatera, religius, professional dan berkarakter dalam bingkai rahmatan lilalamin, “pungkasnya. (Mursyid/bd)

Related posts

Leave a Comment